Namun demikian, nama-nama tersebut jarang diungkap ke publik secara langsung melalui stasiun televisi nasional. Hal tersebut lantas menimbulkan keragu-raguan mengenai sosok mafia sepak bola Indonesia. Dalam acara talkshow Mata Najwa dengan tema ‘PSSI Bisa Apa’, Rabu (28/11/18) semalam, setidaknya telah disebutkan secara langsung tiga nama mafia sepak bola Indonesia yang terlibat langsung dalam kasus dugaan pengaturan skor. Berikut rangkuman dari Indosport, 3 nama mafia sepak bola Indonesia yang disebutkan di acara Mata Najwa.
1. Hidayat
2. Tony
disebut oleh mantan runner pengaturan skor, Bambang Suryo. Ia mengaku pernah dihubungi oleh Tony yang disebut sebagai bandar dari Bet365 (situs judi sepak bola) asal Kamboja. Bambang Suryo menyebut Tony pernah mengajaknya bertemu di salah satu hotel di bilangan Jakarta. Ia meminta dicarikan klub untuk praktik pengaturan skor. Baca Juga Promosi ke Liga 1, Bintang Semen Padang Langsung Bayar Hutang “Bandar dari Bet365 Kamboja pernah menghubungi saya, namanya Tony, dan saya pernah bertemu dengan beliau sebelum kompetisi berputar, dibiayai sama mereka.” “Mereka mau carikan tim, kamu bisa kontrol di sini (Indonesia), kamu sebagai orang nomor satu di Indonesia untuk mengontrol semua,” ungkap Bambang Suryo dalam acara talkshow Mata Najwa pada hari Rabu (28/11/18) malam.
3. Vigit Waluyo
Nama Vigit Waluyo menggema ke permukaan publik usai disebut oleh mantan runner pengaturan skor sepak bola nasional, Bambang Suryo. Vigit Waluyomerupakan salah satu sosok yang aktif dalam praktik jual beli pertandingan di dunia sepak bola Indonesia. Ia juga menjabat sebagai pengelola PS Mojokerto Putra. "Saya sebutkan salah satu nama yang saya bilang sontoloyo tadi itu Vigit Waluyo," kata Bambang Suryo dalam program acara Mata Najwa Trans 7, Rabu (28/11/18) malam. Baca Juga Dipastikan Lolos ke Liga 1, Persib 'Jahili' PSS Sleman dan Semen Padang Keluarganya Dihina Jadi Alasan Asep Berlian Jambak Pemain Asing PSIS Semarang Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini, turut mengetahui nama Vigit Waluyo dan menyebut Vigit Waluyo sebagai dedengkot praktik match fixing di sepak bola nasional. "Semua stakeholder sepak bola pasti tahu Vigit Waluyo," jelas Fakhri tanpa ragu.






s1288 sabung ayam ayam tarung bangkok
BalasHapus