Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan akan menghormati setiap ucapan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais terkait keinginan partai yang tidak akan mendukung Joko Widodo maju sebagai calon presiden 2019. Ucapan itu, kata Zulkifli, akan dipertimbangkan oleh pengurus PAN.
"Pak Amien itu kan tokoh senior memang orang khusus, dari dulu seperti itu, ndak apa apa, sebagai Ketua Dewan Kehormatan tentu masukan pendapat Pak Amien menjadi pertimbangan penting untuk Partai Amanat Nasional untuk mengambil keputusan," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4).
Zulkifli menjelaskan, keputusan arah dukungan akan ditentukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN akhir Mei mendatang. Selama belum ada keputusan Rakernas, tambahnya, masih boleh ada perbedaan pandangan di internal PAN.
"Tentu kalau ada keputusan nanti yang berubah beda, ada mekanisme partai, kita harus Rakernas lagi, nah Rakernas bagaimana hasilnya? Tunggu tanggal mainnya, apapun keputusannya, mekanisme Rakernas partai itu tentu akan dipatuhi oleh semua kader. Sebelum itu, bisa saja berbeda-beda," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menegaskan sikap politik partainya. PAN tidak mungkin mengusung Jokowi sebagai calon presiden petahana 2019. Alasannya, kader PAN tidak menginginkan partai mengusung Jokowi di Pilpres 2019.
"No-no saya lebih tahu daripada Pak Zul (Zulkifli Hasan) maaf. Karena saya mendirikan. Saya keliling ke mana-mana. Umat PAN di bawah itu emoh Jokowi titik," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).
"Read my lips yah kata orang Amerika. Jadi tidak mungkin PAN ke Jokowi. Titik," ucapnya. [eko]
Reaksi Zulhas disebut Amien Rais hanya sandiwara dukung Jokowi
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan partainya tidak mungkin mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Bahkan ia menuding Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sedang bersandiwara saat melakukan manuver politik ke partai koalisi Jokowi.Mendengar hal itu, Zulkifli Hasan memaklumi ucapan Amien. Dia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya dengan mengunjungi partai lain adalah bagian dari tugasnya sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
"Memang beda cara, saudara-saudara. Saya masih ketua MPR, tentu harus merangkul, menjahit merah putih, memperkuat persatuan. Ketua MPR itu mempunyai tanggung jawab menjaga persatuan, memperkokoh persatuan kita," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4).
Menurut Pria yang akrab disapa Bang Zul itu, dalam Pilpres banyak yang harus dijaga agar tidak muncul perseteruan. Dia berharap semua pihak bisa menjaga persatuan.
"Pilpres itu sesuatu yang biasa. Tiap lima tahun ada, Pilgub tiap lima tahun ada. Jangan sampai gara-gara Pilpres, Pilgub, persatuan kita koyak, bermusuhan, berseteru. Ini yang dijaga oleh Ketua MPR," ungkapnya.
Zulkifli menegaskan bahwa ia dan Amien Rais selalu memiliki tujuan yang sama. Walaupun kerap berbeda pandangan.
"Beda cara iya, tapi tujuannya sama. Tujuannya adalah untuk menuntaskan cita-cita Indonesia merdeka bersatu, adil, makmur dan setara. Cita-cita reformasi, bela rakyat, bela umat bela ulama, rakyat makmur rakyat sejahtera, sama tujuannya," ucapnya.
Sebelumnya, Amien Rais mengatakan PAN tidak mungkin mengusung Jokowi sebagai calon presiden petahana 2019. Alasannya, kader PAN tidak menginginkan partai mengusung Jokowi di Pilpres 2019.
Amien mengungkapkan, jika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendekat ke Jokowi itu hanya sekadar sandiwara saja. Termasuk manuver dengan bertemu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
"Jadi Pak Zul bermanuver itu hanya sandiwara saja ya," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4). [did]
(Merdeka)



0 komentar:
Posting Komentar